Monthly Archives: March 2015

Juan Cuadrado Ceritakan Kisah Pahitnya Sebagai Pemain Bola

Juan Cuadrado Ceritakan Kisah Pahitnya Sebagai Pemain Bola

Juan Cuadrado Ceritakan Kisah Pahitnya Sebagai Pemain Bola – Sebelum menjadi pemain profesional, semasa kecil Cuadrado dering mengalami penolakan demi penolakan dari banyak klub.

Gelandang anyar milik Chelsea, Juan Cuadrado menceritakan kisah pahitnya semasa merintis karir sebagai seorang pemain bola profesional. Ia mengakui jika sudah sangat terbiasa dengan penolakan-penolakan terhadap dirinya dari setiap klb yang ingin dibelanya.

Musim dingin lalu Chelsea mendatangkan Cuadrado dengan bandrol sekitar 28 juta poundsterling dari klub asal Seri A, Fiorentina. Meskipun belum tampil secara reguler bersama skuat asuhan The Blues, Cuadrado terus mengalami perkembangan dalam permainannya. Si pemain bahkan akan terus bersabar untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Pemain berusia 26 tahun itu pun menceritakan masa-masa pahitnya ketika memulai menjalani profesi sebagai pemain bola. Berasal dari keluarga miskin, Cuadrado hanya mengandalkan sang ibu, Marcela untuk membiayai sekolah sepakbola yang ia ikuti di Kolombia. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan penanam pisang di daerahnya guna menghidupi kebutuhan hidup serta cita-cita cuadrado sebagai seorang pesepakbola.

Si pemain pun menceritakan kisah pahitnya sebelum mencapai kesuksesan seperti yang saat ini ia capai.

“Saya pernah mengalami kesulitan yang sangat berat ketika kecil. Ada banyak klub yang menolak saya, akan tetapi saya tetap berusaha keras dan ingin terus maju,” ujar Cuadrado kepada reporter.

“Sepakbola merupakan satu-satunya hal yang saya inginkan dalam hidup, saya berterima kasih Tuhan karena pintu telah terbuka bagi saya untuk dapat menunjukkan kualitas yang saya punya. Kita memang tak boleh menyerah untuk bisa mewujudkan mimpi yang telah kita miliki sejak kecil,” imbuhnya.

Tanpa Gelar, City Rela Pertahankan Pellegrini?

Tanpa Gelar, City Rela Pertahankan Pellegrini

Tanpa Gelar, City Rela Pertahankan Pellegrini? – Manajer Manchester City, Manuel Pellgerini dikabarkan akan dipertahankan oleoh pihak klub meskipun gagal meraih satu pun trofi musim ini.

Kabar terbaru dari Manchester City menyebut jika nasib manajer Manuel Pellegrini masih aman andai klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu mampu bertahan di posisi runner up di akhir musim. Hal ini dilaporkan oleh Daily Star dalam beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, nasib manajer asal Chile itu akan berakhir di akhir musim ini andai dia tidak mampu membawa satu pun gelar untuk The Citizens. Hal ini diperkuat dengan laporan The Mirror yang menyatakan jika nasib Pellegrini akan ditentukan oleh prestasi Manchester City di akhir musim. Jika tidak ada satupun gelar yang mampir maka bos asal chile itu akan diganti oleh Pep Guardiola atau Diego Simeone.

Nasib serupa pun dialami manajer City sebelumnya yakni Roberto Mancini yang gagal mempersembahkan gelar Premier League karena kalah bersaing dengan Manchester City. Bahkan Mancini masih lebih baik karena mampu meloloskan City ke partai puncak Piala FA meskipun harus menelan kekalahan atas Wigan Athletic.

Akan etapi, nasib Manuel Pellegrini dianggap masih aman andai klub bisa bertahan di posisi kedua hingga musim ini berakhir. Sepeti diketahui kini City hanya terpaut satu angka dari Arsenal do posisi ketiga serta dua angka dari MU di posisi ke empat. Sementara itu, jalan untuk mempertahankan gelar Premier League pun sangat jauh mengingat mereka terpaut enam angka dari Chelsea. Terlebih The Blues memiliki sisa laga lebih banyak dibandingkan tim lain di Premier League.

Jika benar,  maka Pellegrini patut bernafas lega meskipun ia memiliki PR yang juga cukup berat harus ia lalui. City harus bisa mempertahankan posisi mereka dari kejaran para rivalnya dengan performa yang naik turun di akhir musim ini. Jika lengah sedikit saja maka mereka bisa terdepak dari posisi kedua kelasemen Liga Inggris.

Radamel Falcao Kesampingkan Rumor Juventus

Radamel Falcao Kesampingkan Rumor Juventus

Radamel Falcao Kesampingkan Rumor Juventus – Falcao lebih memilih untuk fokus terhadap Manchester United ketimbang memikirkan keminatan Juventus terhadap dirinya.

Radamel Falcao kembali dirumorkan diminati oleh Juventus dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun demikian. Pemain yang berjuluk El Tigre itu tidak bergeming dan memilih untuk fokus terhadap permainannya bersama Manchester United musim ini.

Falcao memang sempat dirumorkan akan gabung dengan Juventus sejak awal musim lalu. Namu, pemain Kolombia itu lebih tertarik untuk membela United ketimbang Juventus. Selain nama besar yang dimiliki Setan Merah, tawaran gaji besar yang diberikan United membuat si pemain tentunya lebih memilih bermain di Old Trafford.

Namun, setelah gabung dengan Setan Merah performa Falcao justru menurun tajam. Bayaran 1 juta poundsterling sebulan seolah kurang layak bagi pemain yang hanya mencetak 4 gol dam 19 laga. Tentu itu merupakan hal yang sangat mengecewakan. Tidak heran jika United yang tadinya memiliki opsi mempermanenkan si pemain dengan dana 40 juta poundsterling, kini kembali mempertimbangkan opsi tersebut.

Melihat kabar kurang sedap terkait masa depan Falcao, Juventus pun dikabarkan akan kembali melakukan tawaran kepada si pemain. Mereka sangat berharap dengan hal itu mereka bisa membujuk Falcao untuk bisa bergabung dengan para pemain Juventus lainnya di musim depan. Namun tentunya dengan tawaran yang jauh lebih kecil dari apa yang didapatkan Falacao saat ini bersama United.

Selain itu, Falcao sendiri tidak memikirkan masalah keteratarikan Juve terhadap dirinya. Ia memilih untuk fokus kepada MU hingga akhir musim ini berakhir.

“Juventus menginginkan saya? Mereka sudah berbicara banyak. Namun saya lebih memilih fokus 100 persen terhadap Manchester United,” ujar Falcao pada radio Carracol.

Tony Kroos Keluhkan Sikap Suporter Spanyol yang Berbeda dengan Premier League

Tony Kroos Keluhkan Sikap Suporter Spanyol yang Berbeda dengan Premier League

Tony Kroos Keluhkan Sikap Suporter Spanyol yang Berbeda dengan Premier League – Kroos mengungkapkan keresahannya terhadap sikap media dan suporter Spanyol yang kejam terhadap pemain. Hal ini berbeda dengan Premier league yang lebih lunak.

Gelandang Real Madrid mengeluhkan sikap media Spanyol dan para suporter yang kerap mengkritik bahkan mencemooh para pemain yang tampil kurang oke di beberapa laga terakhir. Hal inilah yang membuat para pemain di Spanyol merasa tidak nyaman dan banyak yang dirumorkan hengkang ke Premier league.

Seperti diketahui, di Spanyol media maupun suporter memang memiliki sikap yang kritis terhadap suatu klub atau pemain yang mengalami penurunan performa. Hal itu pun dialami oleh dua klub penguasa La Liga, Real Madrid dan Barcelona.

Kedua klub itu memang menjadi bahan incaran media ketika mereka tampil loyo di beberapa laga. Namun, ketika kedua klub itu tampil oke, maka tidak akan ada berita aneh dari para media. Hal ini juga berlaku bagi para pemainannya seperti Cristiano Ronaldo dan lionel Messi yang kerap mendapatkan kritikan dari awak media. Suporter pun tidak kalah kejam. Mereka sering mencemooh para pemain yang sedang menurun performanya. Tidak heran jika kedua mega bintang itu ditumorkan akan hengkang ke Premier league dalam beberapa waktu terakhir.

“Ketika Anda berhasil meraih kemenangan dalam sebuah laga, semuanya akan baik-baik saja. Namun ketika Anda kalah, semuanya langsung berubah menjadi negatif,” ujar Kroos seperti dilansir AS.

Seperti diketahui, Spanyol memang liga yang dihuni oleh klub top dunia serta pemain-pemain bintang. Namun, andai media dan suporter terus menerus bertindak negatif, tentu hal ini akan membuat para pemain merasa tidak nyaman untuk berkarir di tanah Spanyol. Tidak heran jika Liga Inggris dianggapa menjadi liga terbaik di dunia saat ini karena beritanya yang tidak terlalu se esktrim di Spanyol.

Pepe Reina Sarankan De Gea Bertahan di MU

Pepe Reina Sarankan De Gea Bertahan di MU

Pepe Reina Sarankan De Gea Bertahan di MU – David De Gea mendapat masukan dari seniornya di timnas Spanyol, Pepe Reina. Bagi kiper gaek itu, De Gea lebih baik bertahan di MU ketimbang menerima pinangan Madrid.

Kiper Manchester United, David De Gea mendapat masukan dari seniornya di tim nasional Spanyol, Pepe Reina. Menurut Reina, De Gea lebih baik tetap bertahan di Manchester United dan tidak terbujuk rayuan Real Madrid yang gencar diberitakan ingin memboyongnya di bursa transfer musim depan.

Penampilan David De Gea di Manchester United beberapa musim terakhir membuat kubu Re Madrid kepincut untuk mendapatkan servis dari kiper tim nasional Spanyol itu. Bahkan, De Gea kerap kali menjadi man of the match di setiap laga yang dimainkan Setan Merah. Berbagai penyelamatan gemilang yang dibuat De Gea membuat banyak pihak merasa kagum.

Sejak awal musim lalu, nama De Gea memang santer diberitakan akan segera meninggalkan Manchester United ke jawara Eropa, Real Madrid. Ia diprioritaskan untuk bisa menggantikan peran Iker Casillas yang sudah mulai menurun performanya dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, pendapat lain datang dari Pepe Reina yang menilai De Gea lebih baik tetap bertahan di Manchester ketimbang hijrah ke Madrid.

“De Gea saat ini merupakan salah satu kiper top di Eropa dan dia telah menunjukan penampilan yang sangat luar biasa,” ujarnya.

“Mungkin Real Madrid saat ini tengah mencari seorang kiper, dan De Gea menjadi kandidat yang paling diusulkan. Akan tetapi, saya rasa ia lebih baik bermain untuk Manchester United,” imbuh mantan penjaga Bayern Munchen itu.

Wayne Rooney Kapok Selebrasi Ala Petinju Usai Cetak Gol

Wayne Rooney Kapok Selebrasi Ala Petinju Usai Cetak Gol

Wayne Rooney Kapok Selebrasi Ala Petinju Usai Cetak Gol – Akibat aksi selebrasinya yang mirip petinju, Rooney pun merasa kapok karena hal itu ditiru olah anaknya.

Wayne Rooney memutuskan untuk tidak melakukan selebrasi tinju lagi jika ia kembali mencetak gol. Pasalnya, ia tidak ingin jika hal itu menjadi contoh bagi anaknya yang masih berusia lima tahun, Kai.

Wayne Rooney memang sempat membuat heboh media Inggris saat video saat dia bertinju di kediamannya terekspose di publik. Melihat hal itu, Rooney pun melampiaskannya dengan melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspurs saat manchester United memenangkan duel dengan skor 3-0 dua pekan yang lalu.

Namun, ada cerita lain selepas selebrasi yang ia lakukan kala menjebol jala Hugo Lloris. Anak pertama Rooney yang baru berusia lima tahun ternyata mengikuti aksi ayahnya itu dengan melakukan tinju saat berada di sekolah. Hal itulah yang membuat Rooney kapok melakukan aksi selebrasi yang menjadi contoh buruk bagi anaknya itu.

“Istri saya menjemputnya dari sekolah dan saya melihat anak saya melakukan selebrasi itu di depan kelas. Saya yakin, anda tidak akan pernah melihat selebrasi itu lagi dari saya,” tegas Wayne Rooney yang tidak akan mengulangi selebrasi bergaya petinju usai mencetak gol.

Dipastikan jika Rooney tidak akan merayakan golnya dengan selebrasi yang sama seperti ia mencetak gol ke gawang Spurs. Pekan kemarin Rooney nyaris saja mencetak gol andai sepakan penaltinya tidak digagalkan Simon Mignolet saat MU menang 2-1 atas Liverpool.

Oscar Beberkan Perkataan Mourinho Usai Tersingkir dari Liga Champions

Oscar Beberkan Perkataan Mourinho Usai Tersingkir dari Liga Champions

Oscar Beberkan Perkataan Mourinho Usai Tersingkir dari Liga Champions – Menurut Oscar, Jose Mourinho memberikan motivasi penting bagi timnya yang baru saja gagal di ajang Liga Champions.

Gelandang serang milik Chelsea, Oscar membeberkan ucapan manajernya, Jose Mourinho usai The Blues terdepak dari Liga Champions musim ini. Oscar menyebut jika Mou menginginkan para pemain untuk segera melupakan Liga Champions semenit usai mereka tersingkir dan fokus ke Premier League dimana mereka tengah memimpin kelasemen.

Meskipun tersingkir di ajang Premier League, Chelsea merupakan salah satu tim yang gagal lolos karena selisih gol tandang dari lawannya di babak 16 besar, PSG. Bermain imbang 2-2 di Stamford Bridge tidaklah cukup karena mereka hanya bermain imbang 1-1 di leg pertama yang diadakan di markas Les Parisiens.

Namun, Oscar membeberkan pernyataan sang manajer usai timnya terlempar dari ajang paling bergengsi se klub Eropa tersebut. Oscar mengatakan jika Jose Mourinho langsung mendatangi para pemain dan meminta mereka untuk segera melupakannya dan fokus ke Premier League.

“Dia mengatakan jika kami harus melupakannya semenit setelah laga usai dan kami harus fokus ke Premier League saja,” ujar Oscar.

“Kami telah mengatasi semua itu. Kami telah memenangi Capital One Cup dan tengah memimpin kelasemen Premier League saat ini. Tentu kami ingin memenangi semua. Namun terkadang kami menemui lawan yang besar. PSG layak menang, tak ada pertanyaan akan hal itu. Namun kini ada di puncak Premier League dan kamu akan fokus,” imbuh Oscar.

Diego Costa Akui Liga Inggris Lebih Keras

Diego Costa Siap Untuk Liga Champions Musim Depan

Diego Costa Akui Liga Inggris Lebih Keras – Merasa sering mendapatkan perlakuan kasar dari bek lawan, Diego Costa sudah mulai belajar menahan diri.

Bermain di Liga Inggris tentu sangat berbeda dengan liga lainnya. Hal ini dirasakan oleh penyerang Chelsea, Diego Costa yang merasakan perbedaan bermain di Premier League dengan di La Liga. Di Inggris, ia mengakui keras dikasari oleh para bek lawan dan itu menjadi sebuah hal wajar karena wasit tidak mudah untuk meniupkan peluitnya.

Bermain beberapa musim di Spanyol, Costa pun mengakui perbedaan yang sangat nyata terkait kompetisi di tanah Inggris dengan Spanyol. Jika di Spanyol. Kontak fisik yang cukup kasar akan mendapatkan sebuah pelanggaran dari wasit, namun di Premier League hal tersebut tidak menjadi sebuah jaminan karena wasit lebih permisif dalam sebuah laga.

Namun, Costa mengakui jika dia sudah merasa terbiasa dengan permainan kasar para bek lawan. Ia pun sudah belajar bagaimana menanggulangi emosi ketika ia mendapatkan pelanggaran dari lawan.

“Saya sering mendapat tindakan kasar dari para bek-bek di Inggris. Namun saya berusaha untuk melakukan komplain. Mereka memiliki gaya bermain keras, namun belum jadi jaminan jika kami akan mendapat tendangan bebas seperti di Spanyol. Terkadang ada bek yang memang sengaja mengincar saya, saya sudah semakin baik dalam mengendalikan diri. Saya berusaha untuk menunjukkan kemampuan saya,” ujar mantan bomber Atletico Madrid itu kepada Marca.

Costa sendiri tidak terlalu banyak mendapatkan pelanggaran dari bek lawan. Pasalnya, ada satu pemain Chelsea yang kerap kali dilanggar lawan karena pergerakannya yang lincah di sektor lini depan The Blues, dia yaitu Eden Hazard.

Gareth Bale Disarankan Pulang ke Premier League

Gareth Bale Disarankan Pulang ke Premier League

Gareth Bale Disarankan Pulang ke Premier League – Tidak mendapatkan perlakuan yang baik di Spanyol membuat Iwan Roberts menyarankan Bale untuk pulang ke Premier League.

Mantan pemain Wales, Iwan Roberts menegaskan jika Garteh Bale sebaiknya pulang ke Premier League di musim panas nanti. Menurutnya, Bale sudah seharusnya meninggalkan Spanyol tempat dimana ia tidak mendapatkan respek dari media maupun suporter Real Madrid sendiri.

Usai membawa Real Madrid kalah atas Barcelona dengan skor 1-2 di akhir pekan lalu, Gareth Bale pun mendapatkan kritikan dari berbagai pihak. Media di Spanyol serta para suporter kerap kali mengkritik penampilan pemain termahal dunia itu di musim ini. Padahal, di musim perdananya ia berhasil mengantarkan Madrid menjuarai Copa del Rey dan La Decima yang selama ini diimpikan publik Santiago Bernabeu.

“Saya pikir jika ia masih saja mendapatkan perlakukan seperti tiga atau empat bulan terakhir ini, lebih baik jika ia pulang ke tempat dimana banyak orang yang menghargai usahanya, ke tempat dimana para fans menghargai usaha keras yang telah ia lakukan dan kualitas yang telah ia beri kepada tim,” ujar Iwan kepada The Mirror.

“Jika ia terus diperlakukan seperti itu oleh media maupun para suporter, Bale tentu ingin membuktikan jika semua penilaian itu salah. Ia memiliki mental yang sangat kuat dan hanya waktu yang bisa membuktikan jika ia tidak pantas untuk mendapatkan perlakuan seperti itu,” imbuhnya.

Bale sendiri saat ini dikait-kaitkan dengan klub besar Premier League seperti duo Manchester, City dan United. Jika para fans dan media Spanyol terus mencerca penampilannya, bukan tidak mungkin si pemain akan lebih memilih pulang ke Premier League dimana ia mendapatkan respek atas apa yang ia lakukan diatas lapangan.

Falcao Isyaratkan Hengkang dari MU

Falcao Isyaratkan Hengkang dari MU

Falcao Isyaratkan Hengkang dari MU – Falcao mulai mempertimbangkan masa depannya bersama United. Ia pun dikabarkan akan hengkang usai masa pinjamannya selesai.

Niat Manchester United untuk mempermanenkan Radamel Falcao di Old Trafford sepertinya tidak akan terwujud karena si pemain dikabarkan tengah mempertimbangkan masa depannya di Manchester. El Tigre pun membuka peluang untuk hengkang di musim panas yang akan datang jika ia belum juga mendapatkan tempat utama.

Radamel Falcao memang tidak mendapatkan tempat utama dalam beberapa laga terakhir yang dimainkan Manchetser United. Ia hanya bermain beberapa saat ketika masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti. Yang terakhir, penyerang asal Kolombia itu menjadi pemain cadangan saat MU mengalahkan Liverpool di Anfield beberapa waktu lalu.

Melihat masa depannya yang semakin tidak menentu bersama United, Falcao diberitakan tengah bersiap untuk meninggalkan Old Trafford di musim panas yang akan datang. Berbagai tawaran pun masuk kepada manajemen si pemain untuk bisa angkat kaki dari United.

Saat ditanya terkait komitmennya bersama United, Falcao pun menyatakan jika ia akan mempertimbangkan masa depannya usai musim ini berakhir. Ia masih fokus pada permainannya di musim ini hingga akhirnya ia bisa hengkang jika memang tidak mendapatkan tempat utama.

“Saat musim ini berakhir, saya akan menganalisis berbagai kemungkinan yang terbaik untuk karir saya dan memilihnya,” ujar Falcao kepada Radio Caracol.

“Saya tentu saja haru menemukan tempat dimana saya akan mendapatkan tempat secara terus menerus untuk bisa bermain. Saat ini saya masih fokus dengan tim ini, masih ada delapan laga sisa dan semuanya masih bisa terjadi di musim ini,” imbuhnya.

19:19 PM