Monthly Archives: February 2015

Legenda Chelsea Heran, pelaku Tekel Matic Tidak Mendapat Sanksi FA

Legenda Chelsea Heran, pelaku Tekel Matic Tidak Mendapat Sanksi FA – Meskipun melakukan tekel brutal kepada Matic, Ashley Barnes lolos dari sanksi FA. Hal ini membuat legenda Chelsea Le Saux heran.

Salah seorang mantan bek Chelsea, Graeme Le Saux mengungkapkan rasa herannya terhadap pelaku tekel horor terhadap Nemanja Matic, Ashley Barnes, yang tidak mendapatkan sanksi dari pihak FA.

Akhir pekan lalu, Barnes mendapatkan sorotan tajam dari penikmat sepakbola Inggris Raya. Pasalnya, pemain Burnley itu melakukan tekel berbahaya terhadap Nemanja Matic saat laga berlangsung. Bagi Le Saux, Barnes seharusnya dijatuhi hukuman dari Pihak FA. Akan tetapi, ia merasa heran karena FA brgeming dan merasa wasit Martin Atkinson beraa di psosi ideal untuk melihat insiden tersebut.

Yang paling membuat banyak pihak merasa aneh yaitu hukuman yang seharusnya dilayangkan ke Barnes selaku pelaku tekel berbahaya yang bisa mematahkan kaki Matic. Namun, justru si korbanlah yang dihadiahi kartu merah karena merespon insiden itu secara berlebihan.

“Itu adalah tekel konyol dan bisa membahayakan Matic, kartu merah langsung sebenarnya bisa diberikan oleh si wasit. Beruntung Matic tidak mengalami cedera parah akibat tekel brutal yang terjadi padanya,” ujar Le Saux yang dilansir Chelsea TV.

“Kenyataan jika Barnes lolos dari sanksi membuat saya heran, disi lain Matic harus diganjar kartu merah akibat tekel yang bisa saja membahayakan karirnya sebagai pesepakbola. Wasit seharusnya berada di posisi ideal untuk melihat insiden itu,” imbuhnya.

Akibat kartu merah yang didapat, Matic un harus absen di final Piala Liga melawan Tottenham Hotspurs akhir pekan ini.

Tendangan Penalti Messi Sudah Dipelajari Banyak Penjaga Gawang

Tendangan Penalti Messi Sudah Dipelajari Banyak Penjaga Gawang

Tendangan Penalti Messi Sudah Dipelajari Banyak Penjaga Gawang – Penyerang Granada menanggapi eksekusi penalti Messi yang gagal. Menurutnya para penjaga gawang sudah mempelajari tendangan penalti La Pulga.

Mega bintang Barcelona, Lionel Messi saat ini sedang menjadi bahan pembicaraan setelah dirinya gagal mengeksekusi penalti saat timnya menghadapi Manchester City pada pertandingan leg I babak 16 besar Liga Champions di Etihad Stadium, Rabu (25/2/15) dini hari WIB.

Barcelona yang sudah unggul dengan skor 2-1 mendapat hadiah penalti jelang laga usai yang membuat mereka berpeluang menambah keunggulan atas City. Sayangnya Messi yang menjadi eksekutor justru gagal menyelesaikan tugasnya dengan baik setelah tendangannya mampu dibaca dan dihalau oleh penjaga gawang The Citizens, Joe Hart.

Kegagalan Messi mengeksekusi penalti juga mendapat tanggapan dari penyerang Granada, Piti. Menurutnya tendangan penalti Messi sudah dipelajari oleh banyak penjaga gawang sehingga sangat wajar bila tendangannya dapat terbaca oleh kiper lawan.

“Tidak heran jika Messi gagal dalam mengeksekusi penalti. Ia sudah menaklukkan banyak kiper dan mereka selalu mempelajari gerakannya. Sekarang mereka tahu 70 persen arah penalti yang akan dilepaskannya,” ucap Piti seperti yang dilansir oleh Esports Cope.

Gagalnya eksekusi penalti yang dilakukan oleh La Pulga menambah catatan buruk pemain yang bersangkutan sebagai algojo penalti Blaugrana. Dari 59 kesempatan tendangan penalti tercatat Messi mengalami kegagalan sebanyak 13 kali selama tampil bersama El Barca. Messi juga telah menyamai rekor buruk yang juga ditorehkan oleh rival besarnya yaitu Cristiano Ronaldo.

Ancelotti Ingin Latih Timnas Italia

Ancelotti Ingin Latih Timnas Italia

Ancelotti Ingin Latih Timnas Italia – Kesuksesan Ancelotti di level klub memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Karena itu Ancelotti ingin melatih Timnas Italia suatu saat nanti dan mempersembahkan trofi Piala Dunia.

Sebagai seorang pelatih memang sosok Carlo Ancelotti bisa dibilang merupakan contoh pelatih yang sukses di level klub karena berderet gelar bergengsi berhasil diraihnya dan terakhir pelatih asal Italia tersebut berhasil mempersembahkan trofi Liga Champions untuk klub yang kini sedang dilatihnya, Real Madrid.

Tidak heran pelatih yang akrab disapa Don Carlo tersebut memiliki target jangka panjang yaitu menjadi pelatih Timnas Italia sekaligus mengantarkannya memenangi ajang Piala Dunia suatu saat nanti. Dengan memenangi trofi Piala Dunia maka catatan trofi yang pernah diraihnya akan semakin lengkap.

Seperti yang diketahui pelatih berusia 55 tahun ini berhasil meraih banyak gelar termasuk gelar juara liga di empat negara yang berbeda. Di kompetisi Eropa, mantan pelatih AC Milan dan Paris Saint Germain tersebut tercatat sudah tiga kali lolos ke babak final Liga Champions dan dua kali keluar sebagai juara.

“Saya selalu bermimpi untuk melatih (timnas) Italia. Mungkin suatu saat nanti mimpi itu akan menjadi kenyataan karena saya akan sangat gembira memenangi Piala Dunia bersama Italia,” ucap Ancelotti seperti yang dilansir oleh Marca.

Satu catatan yang menarik adalah Ancelotti sebenarnya berpeluang memenangi trofi Piala Dunia bersama Gli Azzurri saat dirinya masih aktif menjadi pemain yaitu pada ajang Piala Dunia 1990. Sayangnya Italia harus puas duduk di posisi ketiga.

Eden Hazard Masih Ingat Wejangan Legenda Belanda

Eden Hazard Masih Ingat Wejangan Legenda Belanda

Eden Hazard Masih Ingat Wejangan Legenda Belanda – Saat masih berseragam Lille, Hazard sempat satu tim dengan Patrick Kluivert. Dia akui mendapat banyak wejangan dari seniornya itu.

Eden Hazard merupakan salah satu pemain penting dalam skuat Chelsea dalam beberapa musim terakhir. Permainannya yang atraktif serta cepat membuatnya begitu menyulitkan lini belakang lawan. Ia pun membeberkan resep permainan terbaiknya di atas lapangan hijau yang ia dapatkan ketika masih berseragam Lille.

Bagi Hazard ada satu nama yang cukup berpengaruh dalam karir sepakbolanya. Ya, Patrick Kluivert adalah jawabannya. Mantan penyerang milik Barcelona itu memang tidak lagi aktif sebagai pemain bola. Namun, saat membela Lille di musim 2007-08, Kluivert merupakan rekan setim Hazard.

Saat itu, Hazard masih sangat muda dan Kluivert sudah hampir gantung sepatu sebagai pesepakbola. Wejangan yang diberikan Kluivert masih sangat melekat pada diri Hazard hingga saat ini.

“Saya masih sangat ingat momen dimana saya menjabat tangan Patrick Kluivert untuk pertama kali. Saya pernah satu tim dengannya saat berseragam Lille. Da berkata ‘Kamu masih sangat muda dan miliki kualitas luar biasa, namun kamu harus terus bekerja keras. Berlatihlah setiap hari agar bisa menjadi salah satu pemain terbaik’. Saya masih sangat kata-kata Kluivert itu dengan sangat jelas,” ujar Hazard di situs resmi klub.

Kini, Hazard menjadi bagian yang sangat penting bagi The Blues dalam perburuan gelar Premier League. Permainannya yang impresif diatas lapangan kerap kali mendapat hadangan dari lawan-lawannya yang terpaksa menghentikannya lewat tekel-tekel keras.

Radamel Falcao Bantah Rumor Real Madrid

Radamel Falcao Bantah Rumor Real Madrid

Radamel Falcao Bantah Rumor Real Madrid – Kurangnya kontribusi Falcao di United membuat nasib Penyerang Kolombia itu belum jelas. Madrid dikabarkan tertarik padanya, namun Falcao membantah kabar tersebut.

Nasib Radamel Falcao di Manchester United memang belum mendapat kejelasan. Kabar menyebut jika ia akan hengkang menuju Real Madrid di bursa musim panas yang akan datang. Akan tetapi, pemain 29 tahun membantah rumor tersebut dan mengaku bahagia di Old Trafford.

Hingga saat ini, Falcao masih belum menunjukan performa terbaiknya bagi United. Dalam enam belas laga yang dimainkan di Premier league, baru empat biji gol yang ia lesatkan untuk timnya. Jika dilihat dari gaji yang ia dapatkan, kontribusi tersebut tentulah sangat kecil. Tidak heran jika MU belum memberikan kejelasan mengenai status kontrak Falcao sebagai pemain pinjaman.

Melihat ketidakjelasan nasib Falcao di Manchester United, Real Madrid kabarnya telah siap untuk memboyong striker pinjaman AS Monaco itu musim depan. Ia diprioritaskan untuk bersaing dengan striker tunggal Los Blancos, Karim Benzema. Akan tetapi, kabar tersebut dibantah oleh Falcao yang meresa jika ia bahagia bersama di United.

“Saat ini saya berada di Manchester United dan saya bahagia bisa bermain di klub sebesar United. Saya akan terus berjuang demi mendapatkan tempat utama di tim dan dapat bermain lebih banyak lagi di setiap kesempatan,” tegas Radamel Falcao kepada LAFM.

Kontrak Falcao sebagai pemain pinjaman sendiri akan segera habis di akhir musim ini. Jika tidak kunjung membaik, Falcao kemungkinan akan dikembalikan ke AS Monaco atau dijual ke klub lain musim depan.

Petr Schemichel Nilai United Akan Kesulitan Tanpa Van Persie

Petr Schemichel Nilai United Akan Kesulitan Tanpa Van Persie

Petr Schemichel Nilai United Akan Kesulitan Tanpa Van Persie – Meskipun tidak selalu mencetak gol saat bermain, absennya Van Persie akan menjadi masalah besar bagi Manchester United.

Mantan kiper Manchester United, Petr Schmeichel mengungkapkan jika cedera yang dialami Robin Van Persie cukup parah, maka United akan semakin kesulitan dalam mempertahankan posisi empat besar yang saat ini masih mereka genggam.

Seperti diketahui, Van Persie tidak mampu merampungkan laga saat Manchester United tumbang di markas Swansea 1-2 akhir pekan yang lalu. Sebelum laga berakhir, pemain sekaligus kapten Belanda itu harus ditarik keluar karena mengalami cedera yang cukup parah pada kakinya. Bahkan, saat keluar stadion ia harus menggunakan tongkat penyangga dengan menggunakan pelindung kaki akibat cedera.

Bagi Schemichel ini adalah kabra yang sangat buruk bagi United yang sedang gencar untuk memburu posisi empat besar demi lolos ke Lia Champions musim depan. Meski Van Persie tidak selalu mencetak gol di setiap laga yang dimainkan, namun ia memiliki kontribusi besar terhadap skema permainan Louis Van Gaal.

“Van Persie merupakan pemain kelas dunia. Sekalipun tdak mencetak gol, pengaruhnya begitu besar terhadap United. Anda tentu ingin pemain terbaik anda selalu siap. Jika tidak, itu akan menjadi masalah besar bagi tim asuhan Louis Van Gaal,” ujar Schmeichel.

Kini, Setan Merah masih berada di posisi empat Premier league dengan mengantongi poin 47. Namun, posisi mereka masih belum aman karena ada nama Southampton, Liverpool dan Tottenham Hotspurs di belakang mereka dengan selisih tidak lebih dari tiga angka.

Pique Yakin Suarez Bisa Cetak 20 Gol di Musim Ini

Pique Yakin Suarez Bisa Cetak 20 Gol di Musim Ini

Pique Yakin Suarez Bisa Cetak 20 Gol di Musim Ini – Secara perlahan akhirnya Suarez mulai rajin mencetak gol bersama Barca. Hal tersebut mendapat tanggapan dari Pique yang merasa yakin bila Suarez mampu mencetak 20 gol di musim ini.

Sempat kesulitan mencetak gol sejak berlabuh ke Camp Nou kini mantan striker Liverpool, Luis Suarez berhasil menunjukkan ketajamannya bersama Barcelona. Perkembangan positif Suarez mendapat tanggapan dari bek Barca, Gerrard Pique yang merasa yakin bila rekan setimnya tersebut bisa mencetak 20 gol di ajang La Liga pada musim ini.

Awal kedatangan Suarez ke Barca memang tidak berjalan mulus karena dirinya sempat absen selama empat bulan lantaran mendapat skorsing setelah aksinya di Piala Dunia lalu dengan menggigit Giorgio Chiellini. Imbasnya Suarez baru bisa tampil bersama klub barunya pada Oktober lalu.

Suarez baru mencetak gol perdananya di La Liga pada Desember yang lalu atau sebulan setelah dirinya mencetak gol pertamanya saat Barca menghadapi APOEL Niscola di ajang Liga Champions.  Tetapi memasuki tahun 2015 secara perlahan Suarez mulai unjuk gigi. Total tujuh gol telah dibuat Suarez di seluruh ajang.

“Gaya permainan di Liverpool dan Barcelona tentunya berbeda. Dia tahu itu tapi selalu sulit memang beradaptasi dengan gaya bermain sebuah tim,” terang Pique seperti yang dilansir oleh Mirror.

“Dia memang belum mencetak gol sebanyak yang diinginkannya dan saya pikir dia akan terus bikin gol. Kini dia sudah punya lima gol (di liga), lihat saja dia bakal bikin 20 gol,” ujar mantan bek Manchester United tersebut.

Pogba Dan Marco Reus Bakal Dipantau Petinggi Barca

Pogba Dan Marco Reus Bakal Dipantau Petinggi Barca

Pogba Dan Marco Reus Bakal Dipantau Petinggi Barca – Ariedo Braida kabarnya akan menyaksikan pertandingan antara Juventus kontra Dortmund. Kedatangan Braida juga untuk memantau pemain dari kedua tim yaitu Paul Poga dan Marco Reus.

Beredar kabar bila Direktur Olahraga Barcelona, Ariedo Braida, akan menyaksikan pertandingan antara Juventus menghadapi Borussia Dortmund pada pertandingan leg I babak 16 besar Liga Champions. Kehadiran Braida ke Juventus Stadium bukan hanya sekedar menyaksikan pertandingan saja tetapi kedatangannya juga untuk memantau Paul Poga serta Marco Reus.

Barca memang sedang menjalani hukuman dari FIFA lantaran melanggar aturan terkait dengan transfer pemain yang berusia di bawah 17 tahun. Hukuman tersebut membuat ‘Blaugrana’ tidak bisa mendatangkan pemain baru hingga Januari 2016 mendatang. Tetapi meski sedang dijatuhi hukuman rupanya Barca masih tetap mencari sejumlah pemain yang menjadi target incaran mereka.

“Braida yang baru diangkat sebagai direktur olahraga Barcelona langsung melakukan pekerjaannya. Mantan petinggi AC Milan itu dijadwalkan bakal menyaksikan pertandingan antara Juventus melawan Dortmund di Liga Champions,” seperti yang dilaporkan oleh Goal.

“Bukan cuma menonton jalannya laga, Braida juga akan memantau perkembangan gelandang Juve dan Dortmund (Pogba dan Reus). Meskipun, dua pemain tersebut telah mengikat kontrak dengan klubnya masing-masing hingga beberapa tahun ke depan.”

Ketertarikan Barca kepada Pogba memang cukup mengejutkan pasalnya pemain muda yang tampil gemilang bersama Juventus tersebut tengah dikait-kaitkan dengan Real Madrid. Pogba juga dibanderol dengan harga yang tidak murah sebab sang agen, Mino Raiola, membanderolnya dengan harga 100 juta euro.

Lovren Nilai Liverpool Miliki Masa Depan Cerah Bersama Skuat Muda

Lovren Nilai Liverpool Miliki Masa Depan Cerah Bersama Skuat Muda

Lovren Nilai Liverpool Miliki Masa Depan Cerah Bersama Skuat Muda – Melihat skuat muda yang bertalenta, Lovren nilai jika Liverpool memiliki masa depan yang sangat cerah dan mampu meraih apapun yang diinginkan.

Melihat skuat yang dimiliki Liverpool saat ini, Dejan Lovren mengungkapkan jika The Reds mampu untuk terus berkembang dan bisa meraih apapun yang mereka inginkan. Hal ini didasari oleh skuat muda yang penuh talenta dan memiliki mental yang mulai terasah di level kompetitif sekelas Premier League.

Sejak kehadiran Brendan Rodgers pada 2012 silam, skuat Liverpool perlahan tapi pasti mengalami perubahan yang sangat signifikan. Rodgers mulai mempercayakan skuatnya pada pemain-pemain muda bertalenta guna mengisi setiap lini baik pertahanan maupun penyerangan.

Nama-nama pemain muda dari skuat junior maupun talenta luar muali dimasukan Rodgers guna memperkuat tim berjuluk Si Merah itu. Sebut saja Raheem Sterling, Philipe Coutinho, Jordon Ibe, Emre Can maupun Alberto Moreno merupakan skuat muda yang bersinar di Anfield saat ini.

Meskipun masih sangat muda, para pemain tersebut memiliki talenta luar biasa yang dapat membuat masa depan Liverpool semaki cerah. Kontribusi mereka sudah terbukti diatas lapangan sehingga tidak heran jika ke depan The Reds akan menjadi tim yang lebih solid.

“Kami punya pemain dengan kemampuan yang sangat luar biasa dan mereka masih terus berkembang menjadi lebih hebat lagi dari saat ini karena usia mereka masih sangat muda,” ujar bek Lovren pada Sky Sports.

“Dengan para pemain muda bertalenta, saya pikir kami mampu mencapai apapun yang kami inginkan, apapun yang kami bayangkan. Kami hanya butuh kerja keras dan memberikan yang terbaik di atas lapangan,” imbuk bek 25 tahun asal Kroasia ini.

Gary Monk Bangga Raih Enam Poin Dari MU

Gary Monk Bangga Raih Enam Poin Dari MU

Gary Monk Bangga Raih Enam Poin Dari MU – Swansea City berhasil mengalahkan MU dua kali di musim ini. Hal itu membuat Gary Monk merasa sangat bangga.

Bos Swansea City, Gary Monk merasa sangat tersanjung usai meraih enam poin dari Manchester United di musim ini. Hasil ini diperoleh pasukan The Swans dalam dua laga yang dilakoni saat tandang maupun kandang melawan Setan Merah.

Musim ini, Swansea memang merasa sangat beruntung karena mampu mencuri enam poin dari tim sekelas Manchester United. Jika ditilik dari skuat serta finansial yang dimiliki, hasil tersebut tentu sangatlah mengejutkan bagi banyak pihak. Apalagi sangat sedikit yang memprediksi jika klub asal Wales itu mampu mendapatkan enam poin dari MU.

Tiga poin pertama diraih Swansea saat mereka bertandang ke markas United, Old Trafford di paruh awal musim ini. Tim asuhan Gary Monk menang dengan skor 2-1 dan kembali mengulang hasil yang sama di laga kedua Liberty Stadium meski sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Ander Herera.

“Dapat meraih enam poin dari pertandingan melawan Manchester United merupakan hal yang sangat fantastis. Saya telah mengatakan kepada para punggawa sebelumnya jika pertandingan ini layak untuk diperjuangkan sebagai bagian atas sejarah klub, dan mereka dapat melakukannya,” ujar Monk seperti dikutip situs resmi klub.

“Performa kami sebagai sebuah tim sangat luar biasa. Bagaimana mereka bekerja dan mengembalikan fokus usai tertinggal dalam laga lawan MU patut diapresiasi. Kami mengalami beberapa kemelut di kotak penalti lawan, sedangkan di babak kedua Manchester United hanya sempat melakukan satu tembakan yang mengarah ke gawang,” lanjut Monk dengan bangga.

14:54 PM